TUGAS INDIVIDU PIDATO
BAHASA INDONESIA
JUDUL “MENGHARGAI PERBEDAAN AGAMA”
Nama : TITUS MUSA
KELAS : A6
NIM : 1505061029
PRODI : PGSD
Selamat
pagi,
Yang saya
hormati, guru Bahasa Indonesia, dan
Yang saya
banggakan teman-teman sekalian.
Pertama-tama,
marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat dan karunia-Nya lah, kita dapat berkumpul di sini pada pagi hari
ini.
Saya juga
ingin mengucapkan terima kasih kepada guru Bahasa Indonesia dan teman-teman
sekelas yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan pidato saya
ini.
Saya akan
menyampaikan pidato dengan judul “Menghargai
Perbedaan Agama”
Menghargai adalah
menghormati segala sesuatu hasil atau milik orang lain. Menghargai orang lain sangat penting dalam kehidupan ini. Dengan
menghargai orang lain maka orang lain juga akan menghargai kita. Sikap apa yang
kita peroleh dari orang lain adalah cerminan dari sikap kita sehari-hari kepada
orang lain. Jika kita bersikap baik dan menghargai orang lain maka orang lain
juga akan berbuat demikian.
Menghargai juga sangat
penting di terapkan di kehidupan sehari-hari terlebih kita ini adalah bangsa
Indonesia. Bangsa yang terdiri dari beragam-ragam ras, suku, bahasa, dan agama.
Seperti semboyan Negara kita Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap
satu. Persatuan ini, hanya bisa terjadi jika kita saling menghormati satu sama
lain. Perbedaan di Negara Indonesia kita yang tercinta ini, tak dapat di
hilangkan atau di hapuskan karena masing-masing orang memiliki pendirian yang
berbeda sehingga satu-satunya jalan adalah dengan saling menghormati. Bahkan,
ada beberapa orang yang berpendapat bahwa berbeda itu adalah suatu kewajiban.
Karena, dengan adanya suatu perbedaan, kita dapat belajar untuk saling mengenal.
Dengan adanya perbedaan, kita bisa dikenang dengan ciri khas masing-masing.
Dengan adanya perbedaan, kita memiliki hidup yang jauh lebih berwarna dan lebih
cerah.
Kita tak
perlu membeda-bedakan orang lain. Seperti mengatakan dia itu berkulit hitam, dia
itu kulit putih. Lalu, kenapa dengan kulit hitam dan putih? Lagipula, perbedaan
itu bukanlah suatu penyakit menular yang harus dihindari. Jadi mengapa kita tak
ingin berdekatan dengan orang lain yang berbeda ras, agama, suku, ataupun
budayanya? Mengapa masih mempermasalahkan agama jika pada dasarnya semua agama
adalah pendirian yang terbentuk dari rasa terima kasih manusia kepada
penciptanya?
Teman-teman,
Agama apapun
di dunia ini, pasti memiliki Tuhan yang menciptakan mereka. Tuhan yang menjadi
alasan mereka ada di dunia ini. Hanya saja, masing-masing agama memiliki nama
tersendiri untuk Tuhan mereka. Contohnya kristen namanya yesus.
Agama
apapun, pasti memiliki suatu benda yang dianggap suci atau sakral contohnya
kitab yang harusnya dihormati. Contohnya saja orang Islam pasti tidak mau kitab
Al-Qur’an di
bakar. Begitu juga orang Kristen yang menuntut
agar orang beragama lain tidak membakar Al-Kitab. Mengapa kita tak belajar
untuk menghormati? Menghormati masing-masing benda dan kitab yang oleh
masing-masing pihak dianggap suci.
Agama
apapun, melarang umatnya untuk membunuh. Jadi, jika ada seseorang yang
meledakkan suatu tempat dan dengan bangganya menyatakan bahwa ia melakukan hal
itu untuk agamanya, orang itu sebenarnya tidak memiliki agama. Bagaimana ia
bisa mengatakan bahwa Tuhan memerintahkannya untuk membunuh?
Masing-masing
agama, memiliki cara tersendiri untuk berdoa. Jika di dalam agama Islam,
biasanya sholat 5 kali sehari menghadap kearah kiblat dan pada hari Jum’at
khusus untuk yang laki-laki wajib mengikuti sholat Jum’at. Sedangkan, biasanya
umat Kristen beribadah hari sabtu atau minggu bersama di Gereja atau Kapel.
Mengapa kita harus mengolok-olok cara mereka berdoa atau waktu mereka berdoa.
Beberapa pihak tak bertanggung jawab mengatakan bahwa orang Islam beribadah
sholat Jum’at untuk menyembah dewi Freja. Karena hari Jum’at dalam bahasa
Inggris adalah Friday yang awalnya berasal dari kata Freja. Sedangkan pihak
lainnya juga mengatakan bahwa umat Kristen beribadah kepada dewa matahari
karena beribadah di hari minggu yang dalam bahasa Inggris adalah Sunday.
Berasal dari kata Sun dan day. Dan, Sun berarti matahari. Mengapa harus
mempermasalahkan hal itu? Berdoa adalah suatu kegiatan bercakap-cakap dengan
Tuhan entah itu berterima kasih ataupun meminta seuatu. Perlu diingat sekali
lagi bahwa Tuhan itu, lebih hebat dari pada swalayan 24 jam yang di hari besar
atau jika ada bencana alam tutup. Tuhan itu, selalu ada, setiap saat,
diamanapun, kapanpun.
Bangsa
Indonesia juga dikenal sebagai bangsa yang menerapkan ajaran tenggang rasa.
Rasa toleransi ini, sangat dibutuhkan jika kita sedang menghadapi perbedaan.
Sekali lagi perlu diingat bahwa perbedaan itu bukanlah suatu penyakit menular
yang harus dihindari. Jadi, jangan sampai kita mengacuhkan atau mengucilkan
orang yang berbeda dari kita.
Saya rasa
sekian pidato saya. Saya berharap pidato saya akan berguna dalam kehidupan
kita. Atas waktu dan perhatian yang telah anda berikan, saya ucapkan terima
kasih.
Selamat
pagi.
Komentar
Posting Komentar